Archive for the 'Java' Category

24
Nov
09

Efektif tapi tidak efisien

Saya sedang mengerjakan sebuah aplikasi berbasis web sekarang. Hasil akhirnya adalah sebuah aplikasi manajemen untuk suatu perusahaan. 3 modul besar utama yang dimiliki aplikasi ini, marketing, produksi dan akuntansi. Saya sudah sampai di modul produksi, tetapi masih cukup banyak kekurangan dengan validasi, dan kondisi-kondisi khusus yang dapat muncul kapan saja, dan membuat saya harus mencari pangkal permasalahannya dan mulai memperbaiki masalah tersebut. Baru saja saya mendapat masalah dengan fungsi update data, dimana fungsi itu terdapat dalam scope perulangan. Setiap rencana transaksi database yang akan terjadi memiliki sesi (session). Selama transaksi belum di commit. Rencana ini akan terus ada dalam sesi, hingga menyebabkan rencana trasaksi lain tidak dapat menggunakan sesi tersebut. Jika dipaksakan akan terjadi error (exception).

Pesan kesalahan (exception message):

org.hibernate.NonUniqueObjectException:
a different object with the same identifier value was already
associated with the session: [com.wii.elpro.entity.POInternal#6]

Ide yang pertama kali muncul adalah, saya harus membuat sesi baru untuk transaksi berikutnya dan biarkan transaksi yang lama tetap menggunakan sesi yang sebelumnya. Sayang sekali saya belum tidak menemukan bagaimana caranya. Saya harus memikirkan cara lain. Saya akan mencoba cara terpaksa. Transaksi harus di commit agar sesinya dapat dipakai transaksi lain. Konsekuensinya, dalam proses ini tidak boleh terjadi kesalahan, karena jika terjadi kesalahan di transaksi kedua atau ketiga, transaksi pertama tidak dapa di rollback, karena sudah di commit. Akibatnya data dalam database tidak konsisten.

Yah, cara ini efektif dan semua data dapat ter-update dengan benar. Tapi sayang cara ini membawa konsekuensi… Konsekuensi yang paling mungkin tidak terpenuhi, dan saya pikir tambahan fungsi clear() dan commit() tak terlihat baik. Cara yang tidak efisien. 😦

 

//

Advertisements
21
Apr
08

struts validator, pretty cool

Bulan februari kemarin saya menulis tentang error handling-nya struts -> https://n3tg33ks.wordpress.com/2008/02/22/error-handling-struts-1x/ . Struts validator ini sebenarnya sama saja intinya, cuma saya ajah yang nulis judulnya gak kompak :mrgreen: . Ada beberapa hal yang membedakan dari tulisan sebelumnya. Pertama, Untuk Form(model)-nya meng-extends class ValidatorForm, bukan ActionForm. Kedua, disini tidak perlu meng-override method validate() dan reset(). Dan yang Ketiga, memberikan sedikit sentuhan pada file validator.xml.

Saya mulai dari pembuatan modelnya(User.java), sebagai berikut:


package com.myapp.form;

//import javax.servlet.http.HttpServletRequest;
//import org.apache.struts.action.ActionErrors;
//import org.apache.struts.action.ActionMapping;
//import org.apache.struts.action.ActionMessage;
//import org.apache.struts.action.ActionServlet;
//import org.apache.struts.util.MessageResources;
import org.apache.struts.validator.ValidatorForm;

/**
 *
 * @author JollkY
 */
public class User extends ValidatorForm {
    private String userid;
    private String password;
    /** Creates a new instance of User */
    public User() {
    }

    public String getUserid() {
        return userid;
    }

    public void setUserid(String userid) {
        this.userid = userid;
    }

    public String getPassword() {
        return password;
    }

    public void setPassword(String password) {
        this.password = password;
    }
//   
//    @Override
//    public void reset(ActionMapping mappping,
//            HttpServletRequest request) {
//        ActionServlet srvt = this.getServlet();
//        MessageResources msgResources = srvt.getInternal();
//        msgResources.getMessage("pesan");
//        this.userid = "";
//        this.password = "";
//        System.out.println("RESET --->");
//    }
//   
//    @Override
//    public ActionErrors validate(ActionMapping mapping,
//            HttpServletRequest request) {
//            ActionErrors errorMsg = new ActionErrors();
//            if(this.userid.equalsIgnoreCase( "" ) || this.password.equalsIgnoreCase( "" )) {
//                errorMsg.add("userid", new ActionMessage( "errors.invalid" ));
//            }
//            return errorMsg;
//    }

}

Seperti yang sdh saya katakan di atas method validate() dan reset(), tidak lagi dibutuhkan. Untuk review, method validate() berisi kode untuk melakukan validasi terhadap input user, dan method reset berguna untuk memastikan bahwa semua field benar” bersih sebelum diisi lagi dengan nilai yang baru. Jangan lupa bahwa sekarang model meng-extends Class ValidatorForm.

Berikutnya adalah file action(LookUpAction.java). Tidak ada perubahan yang terjadi di sini:


/*
 * LookUpAction.java
 *
 * Created on February 8, 2008, 8:47 AM
 *
 * To change this template, choose Tools | Template Manager
 * and open the template in the editor.
 */

package com.myapp.action;

import com.myapp.form.User;
import javax.servlet.http.HttpServletRequest;
import javax.servlet.http.HttpServletResponse;
import org.apache.struts.action.Action;
import org.apache.struts.action.ActionForm;
import org.apache.struts.action.ActionForward;
import org.apache.struts.action.ActionMapping;

/**
 *
 * @author JollkY
 */
public class LookUpAction extends Action {

    /** Creates a new instance of LookUpAction */
    public LookUpAction() {
    }

    @Override
    public ActionForward execute(ActionMapping mapping,
            ActionForm form,
            HttpServletRequest request,
            HttpServletResponse response)
            {

        User u = (User) form;
        return (mapping.findForward("success"));
    }
}

Begitu pula pada file konfigurasi struts (struts-config.xml) tidak ada perubahan:


<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>

<!DOCTYPE struts-config PUBLIC
          "-//Apache Software Foundation//DTD Struts Configuration 1.2//EN"
          "http://jakarta.apache.org/struts/dtds/struts-config_1_2.dtd">
<struts-config>
    <form-beans>
        <form-bean name="userForm" type="com.myapp.form.User"/>
    </form-beans>

    <global-exceptions>

    </global-exceptions>

    <global-forwards>
        <forward name="welcome"  path="/Welcome.do"/>
    </global-forwards>

    <action-mappings>
        <action path="/Welcome" forward="/welcomeStruts.jsp"/>
        <action
            path="/lookUp"
            type="com.myapp.action.LookUpAction"
            name="userForm"
            validate="true"
            input="/welcomeStruts.jsp"
            scope="request">
            <forward name="success" path="/index.jsp"/>
            <forward name="failure" path="/welcomeStruts.jsp"/>
        </action>
    </action-mappings>

    <controller processorClass="org.apache.struts.tiles.TilesRequestProcessor"/>

    <message-resources parameter="com/myapp/struts/ApplicationResource"/>   

    <!-- ========================= Tiles plugin ===============================-->
    <plug-in className="org.apache.struts.tiles.TilesPlugin" >
        <set-property property="definitions-config" value="/WEB-INF/tiles-defs.xml" />     
        <set-property property="moduleAware" value="true" />
    </plug-in>

    <!-- ========================= Validator plugin ================================= -->
    <plug-in className="org.apache.struts.validator.ValidatorPlugIn">
        <set-property
            property="pathnames"
            value="/WEB-INF/validator-rules.xml,/WEB-INF/validation.xml"/>
    </plug-in>

</struts-config>

Pada file struts-config.xml, terdapat tag <plug-in> yang memberitahukan plugin struts apa saja yang digunakan dalam aplikasi. Karena saya menggunakan plugin validator dari struts maka di sana harus ada potongan kode ini – yang juga memberitahukan kepada struts dimana file konfigurasi plugin validator yang saya pakai:


{...}

<!-- ========================= Validator plugin ================================= -->
    <plug-in className="org.apache.struts.validator.ValidatorPlugIn">
        <set-property
            property="pathnames"
            value="/WEB-INF/validator-rules.xml,/WEB-INF/validation.xml"/>
    </plug-in>

{...}

Bagian terpenting pada validator ini terdapat pada validation.xml dan validator-rules.xml, karena disanalah akan dilakukan validasi yang diinginkan(validation.xml) dan validasi apa saja yang dapat dilakukan(validator-rules.xml).


{.....}    
        <form name="userForm">
            <field
                property="userid"
                depends="required,minlength,mask">
                <msg name="required" key="error.nullfield"/>
                <arg0 key="error.userlabel"/>
                <msg name="minlength" key="error.userNameMinLenght"/>
                <arg1 name="minlength" key="${var:minlength}" resource="false"/>
                <var>
                    <var-name>minlength</var-name>
                    <var-value>5</var-value>
                </var>
                <msg name="mask" key="error.invalidCharacter"/>
                <var>
                    <var-name>mask</var-name>
                    <var-value>^[0-9a-zA-Z]*$</var-value>
                </var>
            </field>
            <field
                property="password"
                depends="required,mask">
                <msg name="required" key="error.nullfield"/>
                <arg0 key="error.passwordlabel"/>
                <msg name="mask" key="error.invalidCharacter"/>
                <var>
                    <var-name>mask</var-name>
                    <var-value>^[0-9a-zA-Z]*$</var-value>
                </var>
            </field>
        </form>
{....}

Pada file validation.xml terdapat potongan kode di atas. Setiap <form> akan memiliki lebih dari satu <field>.

============================================

<form name=””>

Saya menuliskan nama form yang akan divalidasi inputnya. Di atas saya menuliskan userForm, yang berarti nama form yang akan divalidasi adalah form userForm. Nama ini harus sama dengan nama form yang anda berikan di dalam struts-config.xml. Sebagai contoh, pada struts-config saya seharusnya terdapat:


<form-beans>
        <form-bean name="userForm" type="com.myapp.form.User"/>
</form-beans>

============================================

property=””

Merupakan nama field, harus sama dengan yang ada di Class model, misalnya:

private String = userid;

private String = password;

============================================

depends=””

Menerangkan apa saja yang perlu divalidasi, misalnya saya menuliskan

depends=”required,minlength,mask” pada field userid, berarti aplikasi harus memeriksa apakah field userid diisi atau tidak, apakah userid yang dimasukan tidak melewati batas minimum karakternya dan apakah sesuai dengan format – berhubungan dengan regular expresion – yang ditentukan. Aturan” ini masih banyak lagi. Dapat diperiksa di file validator-rules.xml.

============================================

<msg name=”” key=””/>

Pesan yang akan ditampilkan bila terjadi error. name akan mengarah pada aturan(depends) yang dipakai, dan key pesan yang mana yang akan tampilkan. Daftar pesan ini ada di ApplicationResource.properties. Contoh:

<msg name=”required” key=”error.nullfield“>, berarti jika field userid tidak diisi maka akan ditampilkan pesan error yang key-nya error.nullfield.

error.nullfield=The following field: {0} is a required field. Please provide a value for {0}.

============================================

<arg0 key=””/>

Coba anda perhatikan pada pesan error -> error.nullfield terdapat {0}. {0} harus digantikan dengan sesuatu. Sengaja diberi tanda seperti itu agar pesan ini juga bisa dipakai field yang lain, tinggal mengganti {0} saja. Jadi untuk <arg0 key=”error.userlabel”> berarti tanda {0} akan digantikan dengan pesan error yang key-nya error.userlable.

error.userlabel=<b>User name</b>

============================================

<var>

Berguna untuk memberikan nilai untuk aturan”, misalnya minlength, maxlength, mask, dll. Contoh:


<var>
      <var-name>minlength</var-name>
      <var-value>5</var-value>
</var>

Berarti minlength untuk userid adalah 5 karakter, kurang dari itu dianggap terjadi kesalahan.

============================================

Anda juga dapat melakukan hal yang sama untuk field password. Yang terakhir adalah view-nya:


<%@ taglib uri="http://jakarta.apache.org/struts/tags-bean" prefix="bean" %>
<%@ taglib uri="http://jakarta.apache.org/struts/tags-html" prefix="html" %>
<%@ taglib uri="http://jakarta.apache.org/struts/tags-logic" prefix="logic" %>

<html:html locale="true">
<head>
<title><bean:message key="welcome.title"/></title>
<html:base/>
</head>
<body bgcolor="white">
<html:errors/>
<html:form action="/lookUp">
    Userid: <html:text property="userid"/>
    Passowrd: <html:password property="password"/>
    <html:submit value="Submit"/>
</html:form>

</body>
</html:html>

Setelah semuanya siap, tinggal di-build dan deploy, kemudian dijalankan. untuk source lengkapnya dapat di coba svn-nya –>http://struts-validator.googlecode.com/svn/trunk/

atau download di –> nyusul :mrgreen:

Djöllkè @ n3tg33ks.wordpress.com

15
Apr
08

Point Of Sale application using JPA, not fix yet

I wrote a Point Of Sale application implementing JPA technology inside it. But it’s not fix yet, i’ll try to finish it anytime i’m free. So i have been upload this application project folder into google code, here it is the svn url, check it out:

http://point-of-sale.googlecode.com/svn/trunk/

i hope you can help me to finish it, or maybe give some advice of effective ways to writing java code.

ThanksAlot – djöllkè

26
Feb
08

Gabungin JSF & EJB pake netbeans tinggal klak klik jadi :)

Sekarang saya lagi pelajarin framework” JEE, makanya supaya gak lupa saya tulis deh. Berhubung semalam saya lembur sampe stengah tiga buat belajar EJB dan JSF (gimana ga nyampe jam stengah tiga wong saya mulainya jam stengah 1 :mrgreen: ), jadi harus saya tulis dulu biar mantep 😆

Langkah 1:

bikin dulu session beannya. Nih interfacenya(MahasiswaRemote.java), nanti tinggal di implements


package mahasiswa.bean;

import java.util.List;
import javax.ejb.Remote;
import mahasiswa.model.Mahasiswa;

/**
 * This is the business interface for Mahasiswa enterprise bean.
 */
@Remote
public interface MahasiswaRemote {
    List listMahasiswa();

}

dan yang ini implementasinya(MahasiswaBean.java)


/*
 * MahasiswaBean.java
 *
 * Created on February 25, 2008, 12:07 AM
 *
 * To change this template, choose Tools | Template Manager
 * and open the template in the editor.
 */

package mahasiswa.bean;

import java.sql.Connection;
import java.sql.DriverManager;
import java.sql.PreparedStatement;
import java.sql.ResultSet;
import java.util.ArrayList;
import java.util.List;
import javax.ejb.Stateless;
import mahasiswa.model.Mahasiswa;

/**
 *
 * @author JollkY
 */
@Stateless
public class MahasiswaBean implements MahasiswaRemote {
    Connection con = null;
    PreparedStatement state = null;
    ResultSet rs = null;
    /** Creates a new instance of MahasiswaBean */
    public MahasiswaBean() {
    }

    public void setConnection() {
        try {
            Class.forName("com.mysql.jdbc.Driver");
            this.con = DriverManager.getConnection("jdbc:mysql://localhost:3306/test", "root", "");
        } catch (Exception ex) {
            ex.printStackTrace();
        }
    }

    public List listMahasiswa() {
        this.setConnection();
        String query = "SELECT Id,nim,nama,alamat,fakultas FROM mahasiswa";
        List listMhs = new ArrayList();
        try {
            this.state = con.prepareStatement(query);
            this.rs = this.state.executeQuery();
            while(this.rs.next()) {
                Mahasiswa mhs = new Mahasiswa();
                mhs.setId(this.rs.getLong(1));
                mhs.setNim(this.rs.getString(2));
                mhs.setNama(this.rs.getString(3));
                mhs.setAlamat(this.rs.getString(4));
                mhs.setFakultas(this.rs.getString(5));
                listMhs.add(mhs);
            }
        } catch(Exception ex) {
            ex.printStackTrace();
        } finally {
            if(this.con!=null) {
                try {
                    this.con.close();
                    if(this.state!=null) {
                        this.state.close();
                    }

                    if(this.rs!=null) {
                        this.rs.close();
                    }
                } catch(Exception ex) {
                    ex.printStackTrace();
                }
            }
        }
        return listMhs;
    }

}

sebenarnya untuk membuat method bean nya kita tinggal klik kanan pada file bean (klo saya berarti file Mahasiswabean.java), kemudian pilih menu EJB methods -> Add business method… nanti akan ditampilkan window baru, jadi disana kita tinggal tentukan sendiri. Setelah selesai maka pada MahasiswaBean.java akan ditambahkan method tersebut dan juga pada MahasiswaRemote.java, otomatis.Langkah 2:

Saya buat kelas, sejenis action class pada struts. Kelas ini nantinya yang akan berhubungan dengan interface sesuai dengan konfigurasi pada faces-config.xml-nya JSF.


package mahasiswa.action;

import java.io.BufferedReader;
import java.io.IOException;
import java.io.UnsupportedEncodingException;
import java.security.Principal;
import java.util.ArrayList;
import java.util.Enumeration;
import java.util.List;
import java.util.Locale;
import java.util.Map;
import java.util.logging.Level;
import java.util.logging.Logger;
import javax.naming.Context;
import javax.naming.InitialContext;
import javax.naming.NamingException;
import javax.servlet.RequestDispatcher;
import javax.servlet.ServletInputStream;
import javax.servlet.http.HttpServlet;
import javax.servlet.http.HttpServletRequest;
import javax.servlet.http.HttpSession;
import mahasiswa.bean.MahasiswaBean;
import mahasiswa.bean.MahasiswaRemote;
import mahasiswa.model.Mahasiswa;
/*
 * MahasiswaListAction.java
 *
 * Created on February 25, 2008, 12:31 AM
 *
 * To change this template, choose Tools | Template Manager
 * and open the template in the editor.
 */

/**
 *
 * @author JollkY
 */
public class MahasiswaListAction {
    /** Creates a new instance of MahasiswaListAction */
    private List listMhs;
    public MahasiswaListAction() {
    }

    private MahasiswaRemote lookupMahasiswaBean() {
        try {
            Context c = new InitialContext();
            return (MahasiswaRemote) c.lookup("java:comp/env/ejb/MahasiswaBean");
            //return (MahasiswaRemote) c.lookup(MahasiswaRemote.class.getName());
        }
        catch(NamingException ne) {
            Logger.getLogger(getClass().getName()).log(Level.SEVERE,"exception caught" ,ne);
            throw new RuntimeException(ne);
        }
    }

    public String listMahasiswa() {
        this.setListMhs(this.lookupMahasiswaBean().listMahasiswa());
        System.out.println(getListMhs().get(0).getNama());
        return "sukses";
    }

    public List getListMhs() {
        return listMhs;
    }

    public void setListMhs(List listMhs) {
        this.listMhs = listMhs;
    }

}

untuk method lookupMahasiswaBean() cukup klik kanan pada class MahasiswaListAction kemudian pilih Enterprise Resources -> Call Enterpirse Bean. Akan muncul window baru utuk memilih bean mana yang akan dipakai.Sangat mudah, jadi tidak perlu di hapal” 😈

Langkah 3:

Saya siapkan file konfigurasi jsf (faces-config.xml), sbb




<!-- =========== FULL CONFIGURATION FILE ================================== -->



        
            /pages/index.jsp
            
                sukses
                /pages/mahasiswa_list.jsp
            
        
        
            mahasiswaList
            mahasiswa.action.MahasiswaListAction
            session
        

    

Langkah 4:

Terakhir tinggal buatin halaman” jsp nya. File pertama index.jsp





    
        
        <title>JSP Page</title>
    
    
      
        
        
        
    
    


Button yang dibuat diatas akan memanggil method listMahasiswa yang ada pada bean/class yang diberi nama(pada faces-config.xml) mahasiswaList. Lihat pada file konfigurasi. Method listMahasiswa tersebut akan mengembalikan string “sukses” dimana menurut navigation rule yang ada di faces-config.xml, sbb

<navigation-rule>
<from-view-id>/pages/index.jsp</from-view-id>
<navigation-case>
<from-outcome>sukses</from-outcome>
<to-view-id>/pages/mahasiswa_list.jsp</to-view-id>
</navigation-case>
</navigation-rule>

request/input yang berasal dari halaman /page/index.jsp akan diteruskan ke halaman /pages/mahasiswa_list.jsp, sbb







    
        
        <title>JSP Page</title>
    
    
        
            <h3>Daftar Mahasiswa</h3>

            <table>
                <tr>
                    <td>NIM</td>
                    <td>Nama</td>
                    <td>Alamat</td>
                    <td>Fakultas</td>
                </tr>
                
                    <tr>
                        <td>${mhs.nim}</td>
                        <td></td>
                        <td></td>
                        <td></td>
                    </tr>
                
            </table>

        
    


Jangan lupa untuk memasukkan library jsf pada project war dan library mysql connector pada project ejb.

Sekian… chaoo 😈

22
Feb
08

Error handling, struts 1.x

Dalam teknik pemrogramman MVC dengan menerapkan framework struts begitu banyak kemudahan yang diberikan. Salah satunya adalah penanganan error dan pemberian pesan error itu sendiri. Misalnya, perhatikan form html dibawah:





    
        <title>Error Handling Test</title>
    
    
        
        
            <table>
                <tr>
                    <td>Username: </td>
                    <td></td>
                </tr>
                <tr>
                    <td>
                        
                    </td>
                </tr>
            </table>
        
    

tag <html:errors/> merupakan tag dimana pesan error akan muncul. Format tampilan errornya sama sperti kita menggunakan tag <ol><li></li></ol> pada tag html biasa.
Form di atas merupakan form dimana saya diminta memasukkan username aja untuk coba”. Kemudian saya buat setter/getternya, sbb:


package com.myapp.beans;

import javax.servlet.http.HttpServletRequest;
import org.apache.struts.action.ActionErrors;

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
import org.apache.struts.action.ActionForm;
import org.apache.struts.action.ActionMapping;
import org.apache.struts.action.ActionMessage;

/**
 *
 * @author programer05
 */
public class Beans extends ActionForm {
    private String username;

    public Beans() {}

    public String getUsername() {
        return username;
    }

    public void setUsername(String username) {
        this.username = username;
    }

    public ActionErrors validate(ActionMapping mapping,
            HttpServletRequest request) {
        String name = this.getUsername();
        ActionErrors errors = new ActionErrors();
        if(name.length()<1 || name==null) {
            errors.add("username", new ActionMessage("errors.username"));
        }
        return errors;
    }

}&#91;/sourcecode&#93;
potongan kode ini:
&#91;sourcecode language="java"&#93;

public ActionErrors validate(ActionMapping mapping,

            HttpServletRequest request) {

        String name = this.getUsername();

        ActionErrors errors = new ActionErrors();

        if(name.length()<1 || name==null) {

            errors.add("username", new ActionMessage("errors.username"));

        }

        return errors;

    }&#91;/sourcecode&#93;
merupakan method yang akan melakukan validasi terhadap input dari user. Tipe kembaliannya berupa objek <b>ActionErrors</b>. Jadi, jika ada tambahan pesan error yang lain kita tinggal menggunakan method add(). Nanti untuk menampilkan kita tidak perlu repot, karena aplikasi akan mengatur tampilannya seperti ini:
<ul>
	<li>Pesan error 1</li>
	<li>Pesan error 2</li>
	<li>dst...</li>
</ul>
Kemudian untuk kode [...] new <b>ActionMessage("errors.username") </b> [...], string yg ada di dalamnya merupakan keyword yg ada pada file properties dari struts, sbb:



errors.header=<UL>
errors.prefix=<LI>
errors.suffix=</LI>
errors.footer=</UL>
errors.invalid={0} is invalid.
errors.maxlength={0} can not be greater than {1} characters.
errors.minlength={0} can not be less than {1} characters.
errors.range={0} is not in the range {1} through {2}.
errors.required={0} is required.
errors.byte={0} must be an byte.
errors.date={0} is not a date.
errors.double={0} must be an double.
errors.float={0} must be an float.
errors.integer={0} must be an integer.
errors.long={0} must be an long.
errors.short={0} must be an short.
errors.creditcard={0} is not a valid credit card number.
errors.email={0} is an invalid e-mail address.
errors.cancel=Operation cancelled.
errors.detail={0}
errors.general=The process did not complete. Details should follow.
errors.token=Request could not be completed. Operation is not in sequence.
welcome.title=Struts Application
welcome.heading=Struts Applications in Netbeans!
welcome.message=It's easy to create Struts applications with NetBeans.
errors.username=<h2>Invalid username</b>

tinggal dicari saja yang mana keywordnya :twisted:Setelah itu, qta edit file configurasi struts(struts-config.xml) yang akan mengatur bagaimana navigasi aplikasi dan bgm jika terjadi kesalahan. Berikut potongan listing struts-config.xml:


[...]


    <form>
        <form name="formBeans" />
    </form>

    

    

    
        
    

    
        
        
                    
        
    

[...]

saya asumsikan anda sudah cukup paham mengenai isi file struts-config.xml ini. Bagian penting dari error handling yang saya maksud adalah pada bagian validate=”true”, yang memberitahukan kepada aplikasi bahwa harus melakukan validasi terlebih dahulu terhadap input user. Kemudian input=”/main.jsp”, yang memberitahukan bahwa input yang perlu divalidasi berasal dari halaman /main.jsp, sehingga aplikasi juga akan tahu jika memang ada kesalahan, kepada user akan dikembalikan halaman /main.jsp sekaligus dengan pesan error-nya. Action dari path /action terdapat pada kelas com.myapp.actions.Actions, berikut isi filenya:


package com.myapp.actions;

import javax.servlet.http.HttpServletRequest;
import javax.servlet.http.HttpServletResponse;
import org.apache.struts.action.Action;
import org.apache.struts.action.ActionForm;
import org.apache.struts.action.ActionForward;

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
import org.apache.struts.action.ActionMapping;

/**
 *
 * @author programer05
 */
public class Actions extends Action {

    public Actions(){}

    public ActionForward execute(ActionMapping mapping,
            ActionForm form,
            HttpServletRequest request,
            HttpServletResponse response) {

        return (mapping.findForward("success"));
    }

}

Kelas action di atas hanya berisi return value saja, jadi jika memang tidak ada kesalahan langsung diforward kehalaman yang lain. Cukup mudah saya rasa. Paling tidak coding lebih teratur :mrgreen:Later 😈

05
Feb
08

Struts 1.x, sudah lumayan paham

Setelah 1 minggu lebih cari” tau tentang struts, akhirnya datang juga :mrgreen:

Saya sudah ngerti gimana cara pake framework struts. Struts sangat cocok dibuat untuk pemrograman arsitektur MVC (Model View Controller). Framework ini bekerja di bagian controller, yang mengatur jalannya aplikasi web. Yang jadi bagian” penting penerapan framework struts adalah, File configurasi (struts-config.xml), dimana programmer membuat mapping dari hubungan antara interface (view) dengan action-action class-nya. Yang berikutnya adalah action class itu sendiri. Pada saat user berinteraksi dengan interface pada halaman web, misalnya mengirimkan sesuatu ke server untuk diproses. Aplikasi akan melihat/memeriksa file konfigurasi tadi (struts-config.xml) untuk melihat class action mana yang akan melakukan proses yang diminta. Kemudian class action akan memprosesnya, lalu mengembalikan hasilnya atau mengarah ke interface lain sebagai tanda apakan proses berhasil atau bisa juga gagal. Yang menjadi pertanyaan adalah, kemana hasilnya akan dikembalikan atau kemana arah selanjutnya setelah proses selesai? Lihat lagi ke dalam struts-config.xml . Di dalamnya juga diikutsertakan konfigurasi untuk menentukan halaman apa yang ditampilkan ke user jika proses sukses, atau halaman mana jika gagal.

struts.png

Kurang lebih alurnya seperti diatas. Biasanya pada action class dibuatkan object baru daru DAO class, sedangkan alur dari formClass ke DTOClass merupakan proses konversi dari object DTOClass ke object formClass. Hal ini dilakukan karena data” yang ditampilkan di interface tidak selalu sama seperti yang ada pada object dari DTOClass. Data yang ditampilkan ke interface biasanya merupakan object dari formClass. Aplikasi yang pake struts framework akan lebih muantap lagi jika dikombinasikan dengan framework Hibernate. 😈

Sayonara!!! 8)

30
Nov
07

Belajar object oriented programming dengan Greenfoot

greenfoot.jpgGreenfoot adalah…. arrkhh

to the point aja yak 😈 . Anda dan saya dapat belajar oop dengan cara yang mudah dan menyenangkan, install nih aplikasi, namanya Greenfoot buatan University of Kent (jadi ingat klark kent :mrgreen: ). Cukup menyenangkan karena dalam proses belajarnya menggunakan gambar” yang berperan sebagai objek. Cukup klik kanan, klik kiri jadi deh. Yang lebih keren lagi ternyata ada juga kode hasil klik-klikan kita. Misalnya seperti gambar di bawah saya punya class actor yang ada gambar kaki ijo (class actor dah default-nya greenfoot).

gf11.pngSaat saya ingin membuat object subclass dari object actor, saya tinggal klik kanan kemudian klik New subclass. Maka terciptalah subclass baru dari class actor, dimana subclass tersebut mewarisi (extends) sifat” dari Actor. Ingat setiap class dan subclass dapat kita lihat kodenya dan dapat diedit pula. Contoh berikutnya saya ingin membuat object baru dari class programmer misalnya. Seperti sebelumnya cukup klik kanan pada class programmer kemudian pilih new programmer(). Sama aja klo kita coding trus mo buat object baru.

 

 

programmer n3tg33ks = new programmer();

 

Saat klik new programmer() akan tercipta icon seperti yang ada di kotak class programmer. Kemudian tinggal diletakkan aja di kotak di sebelahnya yang seolah” menggambarkan dunia kita.

gf2.png

Cukup menarik saya rasa 😈 silahkan download di http://www.greenfoot.org/download/ cuma 5MB-an and try it at home 😈 Later 😯